RANTAU – Penjabat (Pj) Bupati Tapin M Syarufuddin MPd berharap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Datu Sanggul kembali mendapat Akreditasi Paripurna.
“Jika rumah sakit lama kita sudah mendapatkan akreditasi terbaik atau paripurna, diharapkan akreditasi yang dilakukan di rumah sakit RSUD Datu Sanggul yang baru kita juga mendapatkan Akreditasi Paripurna,” ujarnya usai kegiatan survei akreditasi rumah sakit oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna, di lantai 2 RSUD Datu Sanggul, Rabu (27/3).
Selama dua hari, tim surveyor akreditasi yang di pimpin dr Hj Rasyidah Mkes Fisqua dan dr Syaifullah Saleh SpPD, di antaranya akan melihat management dan pelayanan rumah sakit, fasilitas rumah sakit dan pelayanan administrasi, serta berbagai fasilitas lainnya untuk meningkatkan keselamatan dan perlindungan bagi pasien dan masyarakat, juga sumber daya rumah sakit dalam mendukung program pemerintah di bidang kesehatan.
Pj Bupati Tapin mengatakan, akreditasi merupakan bukti bahwa rumah sakit menjamin mutu yang baik dan keselamatan pasien sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 80 tahun 2020, yaitu rumah sakit berkewajiban meningkatkan mutu dan mempertahankan standar pelayanan melalui penyelenggaraan tata kelola mutu rumah sakit.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Tapin selalu siap mendukung dan memajukan pelayanan di RSUD Datu Sanggul dan memberi apresiasi sebesar-besarnya kepada direktur, manajemen akreditasi, serta seluruh staf yang telah bekerja sepenuh hati dalam mempersiapkan penilaian akreditasi.
“Berkat kerja sama dari seluruh pihak, RSUD Datu Sanggul terus berkomitmen dalam meningkatkan kapabilitas dan mutu pelayanan kepada masyarakat,” katanya.
M Syarifuddin menyebutkan, selama proses survei akreditasi yang dilakukan surveyor, tentunya pejabat dan staf RSUD Datu Sanggul telah mengetahui akan kekurangan dan kealpaan dalam menstandarkan pelayanan rumah sakit.
Kepada seluruh pejabat dan staf RSUD Datu Sanggul, lanjut dia, diminta agar membulatkan telat serta komitmennya, apabila dalam survei terdapat kekurangan maka segera dilakukan perbaikan baik dari segi fasilitas anggaran maupun hal lain yang diperlukan.
“Mudah-mudahan dalam penilaian akreditasi ini kita mendapatkan penilaian terbaik atau paripurna,” pungkasnya. her








