RANTAU – Penjabat (Pj) Bupati Tapin M Syarifuddin MPd bersama PJ Ketua TP PKK Masrupah memimpin rapat koordinasi (rakor) peningkatan kualitas pendidikan Desa Sukaramai, Kecamatan Tapin Tengah, Kamis (18/7).
Rapat koordinasi di hadiri pimpinan SOPD, TP PKK provinsi, Perwakilan Dinas PPPA Provinsi Kalsel, staf ahli, asisten, Camat Tapin Tengah, Kepala Desa Sukaramai, perwakilan perusahaan, dan seluruh pemangku kepentingan.
Pj Bupati Tapin M Syarifuddin menyampaikan terima kasih atas kedatangan tim peningkatan kualitas keluarga daerah Provinsi Kalsel yang berkenaan hadir di Desa Sukaramai, Kecamatan Candi Laras Selatan, yang menjadi lokus untuk pengembangan plot model peningkatan kualitas keluarga di Kabupaten Tapin.
“Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan keluarga berkualitas, berketahanan, sejahtera, dan hidup di lingkungan yang sehat pada setiap tahapan kehidupan, dengan penekanan pada pentingnya penguatan ketahanan keluarga,” ujarnya.
Namun hingga saat ini, lanjut dia, banyak keluarga di Indonesia dan di Tapin khususnya yang masih mengalami kerentanan dari berbagai dimensi hingga mempengaruhi tingkat ketahanan keluarga, seperti dimensi legalitas yang masih ada keluarga belum mempunyai dokumen kependudukan.
“Dimensi ketahanan fisik, yakni masih ada keluarga yang mengalami masalah gizi, dimensi ketahanan ekonomi yaitu masih ada anak yang putus sekolah karena masalah ekonomi, hingga dimensi ketahanan sosial psikologi yaitu masih terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga serta dimensi ketahanan sosial budaya masih ada anak yang menikah di bawah usia 18 tahun. Artinya, keluarga tidak mampu mencapai kesejahteraan sesuai dengan yang diharapkan,” jelasnya.
Menurutnya, untuk solusi permasalahan tersebut salah satunya dengan adanya model desa peningkatan kualitas keluarga, yang pada pelaksanaannya mengoptimalkan peran dari pemerintah daerah yang tergabung dalam tim pelaksana kualitas keluarga daerah (TPK2D) di dukung TP PKK dan bermitra dengan pihak swasta.
“Sehingga diharapkan kita bisa mengatasi berbagai macam permasalahan perempuan, anak, dan juga keluarga, agar tercapai keluarga yang sehat, harmonis, bahagia, sejahtera lahir dan batin, tanpa mengabaikan peran aktif dari pemberdayaan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya. her








