BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin mengharapkan seluruh petugas haji di Embarkasi Banjarmasin hendaknya melaksanakan tugas melayani jemaah haji sepenuh hati alias ikhlas.
“Saya berharap seluruh petugas haji hendaknya memberikan pelayanan yang terbaik dan sepenuh hati,” ujarnya usai mengukuhkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banjarmasin, di Banjarbaru, Rabu (23/4).
Dalam kesempatan itu, Gubernur H Muhidin didampingi Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Dr HM Tambrin melakukan meel test makanan yang akan disajikan kepada seluruh calon jemaah haji Embarkasi Banjarmasin.
Pengukuhan PPIH Embarkasi Haji Banjarmasin juga dihadiri Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Ditjen Penyelanggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI, Dr Muhammad Zain.
Sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, H Muhidin menyatakan selama mengemban amanah itu maka harus dijalankan sebaik-baiknya dalam melayani peserta haji.
Gubernur H Muhidin memberikan nasehat kepada petugas haji dalam pelayanan harus optimal sehingga tidak ada kendala yang dihadapi oleh jemaah haji tersebut.
H Muhidin juga menyoroti kebersihan kamar untuk tempat tidur, WC dan segala kebutuhan listrik maupun air tersedia dengan baik, sehingga tidak ada keluhan selama jelang haji tersebut.
Petugas haji, sebut Muhidin, harus menggunakan atributnya dan jika diperlukan jemaah nanti, jangan sampai ada batasan tugas yang membuat pelayanan kurang baik.
“Ini yang harus diperhatikan, jadi tolong Bapak Kepala Kanwil Kemenag Kalsel mengecek kondisi itu. Intinya petugas harus melayani sepenuh hati semua tamu Allah di asrama haji,” pesan Gubernur H Muhidin.
Menanggapi peningkatan dan perpanjangan runway atau landasan pacu Bandara Syamsudin Noor, H Muhidin ingin mengatasi permasalahan tersebut dengan berbagi pendanaan sebesar Rp350 Milyar itu setengah-setengah.
“Kami sudah berbicara dengan PT Angkasa Pura untuk memperpanjang 500 meter sebesar Rp350 miliar fifty-fifty, tetapi PT AP tidak memiliki dana sehingga pihaknya telah mengajukan anggaran kepada Kementerian Perhubungan,” ucapnya.
H Muhidin berharap ada jawaban segera dari Kemenhub terkait rencana perpanjangan dan peningkatan kualitas runway Bandara Syamsudin Noor.
Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Ditjen PHU Kementerian Agama RI, Dr Muhammad Zain menjelaskan haji merupakan romantic destination atau perjalanan umat Islam menuju ibadahNya.
Dalam pencatatan haji di Indonesia, dia menyatakan umat Islam yang mendaftarkan haji sebanyak 1,8 juta orang setiap tahunnya.
“Lima tahun ke depan, Arab Saudi, Raja Salman ingin memperbesar kapabilitas dan fasilitas berbagai macam di Mekkah. Kawasan di sana sangat berkembang, demi melayani tamu-tamu Allah,” pungkasnya.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel, Dr HM Tambrin menjelaskan bahwa pembentukan panitia ini agar melayani para jemaah haji dan bertujuan untuk mempermudah pelayanan serta kesiapan dalam menyambut peserta dari berbagai daerah.
“Kami laporan kepada Bapak Gubernur bahwa pelayanan administrasi haji sepanjang tahun ini dibuka sampai 21 April Tahun 2025 yang mendaftar sebanyak 132.400 orang, sementara kuota haji kita diberikan sebanyak 3.818 orang,” tandasnya.
Menurut Tambrin, dengan kondisi daftar tunggu (waiting list) mencapai 132.400 orang tersebut, maka kalau mendaftar sekarang baru bisa berangkat haji sekitar 36 tahun dan merupakan terpanjang di Indonesia.
Selepas kegiatan, Gubernur H Muhidin didampingi para chef dalam mengecek sejumlah makanan ringan dan berat serta minuman yang bakal dikonsumsi para haji. Mulai dari kue basah, snack hingga paket makanan berjajar di meja dan langsung dicicipi orang nomor satu di Kalsel tersebut. adp/ani








