KOTABARU – Dalam rangka meningkatkan tertib pengelolaan barang milik daerah (BMD), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kotabaru menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 tentang Pengelolaan BMD dan Bimbingan Teknis (Bimtek) E-BMD, di Hotel Grand Surya, Jumat (18/9).
Dalam sambutannya, Sekda Kotabaru H Eka Saprudin menyampaikan, pengelolaan BMD merupakan salah satu aspek penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik.
“Barang milik daerah adalah aset yang harus di jaga, dimanfaatkan, dan dipertanggungjawabkan secara transparan serta akuntabel. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus berkomitmen meningkatkan tertib administrasi dan pengamanan aset melalui penerapan SIAP ASET (Sistem Integrasi Akurasi dan Pengamanan Aset),” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis ini, ia berharap dapat meningkatkan pemahaman seluruh pengurus barang dan pembantu pengurus barang mengenai Perda Nomor 5 tentang Pengelolaan BMD, mengoptimalkan penggunaan E-BMD sebagai instrumen digital yang memudahkan pencatatan, pelaporan, dan pengawasan aset daerah, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga aset daerah sebagai amanah rakyat Kotabaru.
“Saya mengajak kita semua untuk menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat sinergi antar-SKPD, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memastikan setiap aset daerah benar-benar memberi manfaat sebesar-besarnya bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kotabaru,” katanya.
Sementara, Kepala BPKAD Kotabaru Risa Ahyani menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini untuk mewujudkan pengelolaan BMD yang lebih tertib, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah.
“Kita melaksanakan sosialisasi mengenai Perda Nomor 5 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah yang menjadi pedoman kita dalam mengelola aset. Kita ingin memastikan seluruh pengurus barang di setiap SKPD memiliki pemahaman yang sama dan utuh terhadap aturan ini,” ucapnya.
Ke depan, pihaknya berharap seluruh SKPD di Kabupaten Kotabaru sudah menggunakan aplikasi E-BMD dalam pengelolaan aset, dan beralih dari manual ke digital dari SIMDA BMD menuju E-BMD yang lebih terintegrasi.
“Harapan kami dengan adanya sosialisasi dan bimtek ini sangat besar. Dengan sistem digital ini, kami harapkan tingkat akurasi data aset kita akan jauh lebih baik. Data menjadi satu pintu, valid, dan real-time,” pungkasnya. yga







