KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi Kedaruratan Bencana Karhutla dan Bencana Kekeringan di Aula Bamega, Selasa (8/9).
Sekretaris Daerah Kotabaru H Eka Saprudin AP MAP mewakili Bupati H Muhammad Rusli SSos menyampaikan, Kabupaten Kotabaru saat ini sudah memasuki musim kemarau yang berpotensi menimbulkan dua ancaman bencana sekaligus.
“Kita ketahui bersama bahwa kita sudah memasuki musim kemarau tahun ini, yang merupakan indikasi ancaman baik itu kebakaran hutan dan lahan maupun bencana kekeringan. Dampaknya tidak hanya krisis air bersih bagi masyarakat dan sektor pertanian, tetapi juga meningkatkan risiko terjadinya karhutla yang dapat merusak ekosistem, meningkatkan polusi udara, serta berdampak pada sektor kesehatan dan perekonomian daerah,” ucapnya.
Ia juga menekankan bahwa Kotabaru identik dengan susah air. Hal ini menjadi program utama pemerintah daerah untuk terus mencari sumber-sumber air baku yang ada di Kabupaten Kotabaru, khususnya di wilayah Pulau Laut.
Sekda Eka juga meyakini di wilayah seberang masih ada sumber air baku yang di aliri sungai-sungai besar. Namun di musim kemarau panjang ini bisa menimbulkan masalah terkait kebutuhan air, termasuk di wilayah Kabupaten Kotabaru. “Secara peralatan karhutla dan mobil kita ada, tetapi sumber airnya tidak ada, dan ini menjadi permasalahan,” katanya.
Ia pun mengajak semua pihak merapatkan barisan, berkoordinasi, dan bersinergi antara pemerintah daerah, swasta, aparat, dan masyarakat untuk mencegah meluasnya karhutla dan kekeringan.
Di akhir sambutan, ia berharap melalui rakor ini dapat menghasilkan langkah yang konkret dalam menghadapi karhutla dan bencana kekeringan di Kabupaten Kotabaru.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kotabaru Hj Melinda Ratna Agustina SSTP MIP melaporkan, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, dan di ikuti kurang lebih 80 orang.
Ia menjelaskan, Kabupaten Kotabaru saat ini telah berstatus siaga darurat. BPBD meningkatkan kewaspadaan, mempersiapkan sumber daya, serta melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi kepada masyarakat. yga








