TANJUNG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk menyampaikan capaian program pemerintah dengan membangun narasi komunikasi yang baik di Istana Negara pada Senin (24/3) lalu.
Instruksi lisan yang disampaikan itu bertujuan untuk memastikan bahwa masyakarat mendapatkan informasi yang sesuai terkait dengan dinamika kebijakan yang di ambil, dan keberhasilan-keberhasilan program pemerintah termasuk yang dilakukan pemerintah daerah.
Menyambut inpres tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabalong di bawah kepemimpinan Bupati HM Noor Rifani dan Wakil Bupati Habib M Taufani Alkaf menyampaikan laporan kemajuan pelaksanaan tujuh program prioritas Tabalong SMaRT (Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan).
“Alhamdulillah, meski baru sekitar satu bulanan menjabat atau sejak di lantik presiden pada 20 Februari lalu, telah terlihat progress program prioritas kami untuk masyarakat daerah,” kata Haji Fani, sapaan akrab Bupati Tabalong.
Menurutnya, progress ini bisa terlihat berkat sinergitas dan kolaborasi dari seluruh jajaran SKPD di lingkungan Pemkab Tabalong bersama dengan pihak-pihak terkait, yang telah dan terus berupaya menyukseskan tujuh program prioritas Tabalong SMaRT yang di launching pada 3 Maret 2025 di halaman Pendopo Bersinar Pembataan.
Dengan visi-misi menuju Tabalong SMaRT, dilakukan tujuh program prioritas yang terdiri atas Satu Desa Satu Wifi Gratis, Satu Desa Satu Da’i, Tabalong Pasti Sehat, Mencetak 15 Ribu Tenaga Terampil, 1000 Beasiswa Sarjana, 100% Jalan dan Jembatan Mantap, dan Kredit Permodalan UMKM dan Petani Bunga 0% Tanpa Biaya Administrasi.

Program Satu Desa Satu Wifi Gratis dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabalong dengan target sebanyak 51 desa pada tahun 2025, dan telah berhasil di implementaaikan pada 14 desa di Bumi Sarabakawa per tanggal 17 Maret 2025.
Sedangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tabalong dengan target 210 sekolah yang terpasang Wifi Gratis pada tahun 2025, per 17 Maret 2025 telah dapat di realisasikan di 44 sekolah.
Sementara yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Tabalong, dalam hal penyiapan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai tempat pemasangan perangkat Wifi Gratis di perdesaan dari target 121 desa, telah siap sebanyak 27 RTH desa (22 persen) per 17 Maret 2025.
Untuk Program Satu Desa Satu Da’i, Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tabalong melaporkan telah melaksanakan perjanjian kerjasama dengan tujuh pondok pesantren (ponpes) dari target sebanyak delapan ponpes yang menjadi tempat pendidikan/pengiriman santri pada tahun 2025.
Terkait program Satu Desa Satu Da’i ini, pembebanan pembiayaannya menunggu perubahan anggaran tahun 2025, yaitu sebesar Rp 2, 27 miliar.
Program Tabalong Pasti Sehat yang di motori Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong, menargetkan pelayanan Homecare kepada 20.340 pasien di tahun 2025, dan sebanyak 1.220 pasien telah di kunjungi per 17 Maret 2025.
Dinkes Tabalong juga menargetkan 100 persen UHC dengan sasaran jumlah penduduk sebagaimana data dinamis yang di miliki Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tabalong, dan per tanggal 17 Maret telah terimplementasikan UHC pada 102.232 jiwa (101,24 persen).
Target sasaran tambahan UHC sebanyak 11.138 jiwa dalam pelaksanaanya menggunakan anggaran Rp 5,97 miliar yang tersedia pada APBD induk tahun 2025.
Masih dalam rangka mewujudkan program Tabalong Pasti Sehat, dinkes menargetkan biaya pendamping pasien untuk 17.000 orang (3.400×5 PKM) yang implementasi pelaksanaannya dilakukan setelah pergeseran anggaran Rp 1,7 miliar pada APBD-P 2025.
Sedangkan RSUD H Badaruddin Kasim membuat target penyaluran biaya pendamping pasien untuk 7.500 orang (dengan indeks Rp 100 ribu per orang/hari dikalikan maksimal lima hari). Namun untuk biaya ini masih belum di implementasikan karena menunggu pergeseran anggaran sebesar Rp 3,75 miliar.
Sementara, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong menargetkan jaminan sosial tenaga kerja untuk pekerja informal rentan miskin dan UMKM. Sebanyak 8.350 orang di tahap pertama dan sebanyak 8.765 orang di tahap kedua dengan anggaran Rp 4,99 miliar di tahun 2025.
Hingga 17 Maret 2025, disnaker telah menggelontorkan Jamsosnaker sebesar Rp 148 juta dan calon penerima bantuan iuran yang masih proses pendataan sebanyak 7.685 orang.

Kemudian, untuk program Mencetak 15 Ribu Tenaga Terampil melibatkan sejumlah SKPD, antara lain disnaker, dinas koperasi usaha kecil menengah perindustrian dan perdagangan, dinas ketahanan pangan pertanian tanaman pangan dan hortikultura, dinas perkebunan dan peternakan, DPMD, dinas kepemudaan olahraga dan pariwisata, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tabalong, serta Desa dan Lembaga Pendidikan Keterampilan Jikamaka.
Pada tahun 2025, kolaborasi SKPD ini menargetkan sebanyak 200 wirausaha baru dan 285 orang peserta pelatihan keterampilan. Hingga 17 Maret, dilaporkan telah dilakukan penjaringan peserta pelatihan tahap pertama berupa pelatihan kerajinan Batik Tabalong, olahan (bumbu serabut kelapa, kayu dan pangan).
Dilaporkan, telah dilaksanakan rapat persiapan penjaringan 168 peserta pelatihan yang akan dilaksanakan pada triwulan ketiga dan ke empat tahun 2025, berupa pelatihan kue, pengelolaan limbah, menjahit dan tata rias, budidaya ikan, serta hiasan styrofoam.
Untuk program 1.000 Beasiswa Sarjana yang melibatkan tiga SKPD di lingkup Pemkab Tabalong, yakni disporapar menargetkan sebanyak 100 mahasiswa, dinas sosial 100 mahasiswa, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Tabalong sebanyak 15 mahasiswa ikatan dinas di tahun 2025.
Disporapar melaporkan implementasi per 17 Maret sedang dalam penyusunan perbup tentang beasiswa, dan pelaksanaannya menunggu gelontoran anggaran perubahan sebesar Rp 1,425 miliar.
Sementara dinsos menginformasikan pelaksanaan program beasiswa sarjana menunggu pergeseran anggaran pada APBD induk dari Rp 370 juta menjadi Rp 1,324 miliar.
Dan untuk BKPSDM Tabalong telah mengimplementasikan program beasiswa sarjana untuk lima mahasiswa ikatan dinas Institut Pemerintahan Dalam Negeri, dan lima mahasiswa ikatan dinas pada Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
Terkait program 1.000 Beasiswa, Pemerintah Kabupaten Tabalong juga melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
Terkait program 100 persen Jalan dan Jembatan Mantap, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tabalong telah menargetkan capaian hingga 65 persen pada tahun 2025. Hal itu berangkat dari hasil capaian tahun 2024 yang sudah mencapai sebesar 53,61 persen.
Hingga 17 Maret, Dinas PUPR Tabalong telah mengimplementasikan perbaikan sementara melalui Tim Reaksi Cepat, antara lain berupa penanganan Jalan Islamic Center-Guru Danau, menutup lubang jalan di Padang Panjang dan Pulau Kuu, penanganan longsor di Desa Bangkiling, pembersihan saluran sekitar Masjid Ash Shiratal Mustaqim, perbaikan jembatan ulin Kalingai dan Rungun, perbaikan jembatan ulin Bina Desa Bintang Ara, perbaikan jembatan gantung Kupang Nunding, dan box culvert di Desa Takulat.
Dan program terakhir, yakni Penyaluran Kredit Tabalong Smart Bunga 0 Persen di kelola Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Tabalong bersama Bank Perkreditan Rakyat, yang menargetkan penyaluran dana tersedia sebesar Rp 1,718 miliar pada tahun 2025.
Per 17 Maret, telah terlayani 36 nasabah dengan total kredit yang tersalur sebesar Rp 108 juta dan dana tersisa Rp 1,61 miliar. Selain ditargetkan juga subsidi provisi sebesar Rp 20,5 juta dengan implementasi per 17 Maret total pendapatan provisi Rp 5,4 juta. Subsidi provisi tersisa Rp 15,1 juta.
Menyertai tujuh program prioritas kepala daerah tersebut, terdapat program yang dinamakan Bela Tani (Beli Beras dari Petani). Program ini melibatkan sebanyak 28 SKPD 12 kecamatan di Kabupaten Tabalong. Target tahun 2025 seluruh ASN pada 40 SKPD.
Per 17 Maret 2025, telah di implementasikan pada BPKAD dengan 34 orang ASN, jumlah zakat profesi sebesar Rp 6,8 juta, dan jumlah beras tersalurkan sebanyak 400 kilogram. rls